Hikmah,Renungan

Tempat Tinggal Yang Tak Pernah Di Tinggali

Bukankah rumah terlampau indah untuk sekedar di huni

Bukankah hunian terlampau indah untuk sekedar “đidiamkan”

Bukankah kediaman terlampau indah untuk sekedar “ditinggalkan”

Lantas kenapa hanya sibuk membangun hunian,

Sementara hati kita adalah tempat tinggal yang tak pernah kita tinggali?

 

Bukankah nada terlampau indah untuk sekedar di dendangkan

Bukankah tembang terlampau indah untuk sekedar  di kidungkan

Lantas kenapa hanya sibuk berdendang

Sementara jalan kehidupan kita adalah nyanyian rasa syukur yang tidak pernah kita lagukan?

 

Bukankah mata air terlampau indah untuk di airi

Bukankah air mata terlampau indah untuk di tangisi

Bukankah tangisan terlampau indah untuk diisakkan

Lantas kenapa hanya sibuk terisak sementara tangis kita

Tak pernah menjadi bagian dari air mata penghambaan yang menjelma mata air bagi kehidupan kita?

 

Mikail Jamaludin

aa@majalahmatahati.com

Postingan ini ditulis oleh :

Nurjayadi

63 komentar untuk “Tempat Tinggal Yang Tak Pernah Di Tinggali

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*