Aa Djamaludin

Aa Djamaludin adalah nama pena dari Asep Djamaludin. Pernah Nyantri di PP. Tarbiyatul Falah Sukabumi  dan meraih gelar Sarjana Theologi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia pernah menjadi guruinterviewer, suplayer, kontraktor (mungkin lebih tepatnya kontraktor-kontraktorandan tukang pijat, sungguh paduan profesi yang tidak tertanggungkan.
Walaupun sempat terpêpet menjadi tukang pijat, ia juga pernah menjadi wartawan di salahsatu media nasional dan “tragisnya” lagi sempat menjadi Pembicara  pada Training Jurnalistic di Amar Ramju Islamic Center Wanchai, Hong Kong jugaMotivator pada beberapa êvent di dalam dan l?ar negeri. Pernah pula menjadi Programmer di Karnos Film dan Editor di Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Owner Mikail Collection, beberapa “lapak kecil” di International Trade Center(ITC) Cempaka Mas Jakarta yang menaungi unit usaha di bidang fashion.
Buku pertama nya berjudul “Bahagia adalah Pilihan.” Menulis baginya c?ra berdzikir juga sebatang proses sederhana ketika mencemplungkan diri dan mengembarai sebuah“gang sempit” dari jalan sùfi yang tak berhingga . Inilah s?serpih momen pemberdayaan untuk mendulang pengetahuan dan b?rtahanus. Lâyaknya Yunus yang berkontemplasi di kedalaman amis perut ikan paus, seperti itu lah ia memadang sebuah teks bernama tulisan. Bahwa dalam sebuah teks atau tulisan, tak ada guru dan murid di sana. Semua equil dan setara. Semuanya adalah “para pencari” seperti  hal para sufi  yang selalu mencari, gelisah, berharap berjumpa dan lebur di bawah Telapak Kaki Kemahaan-Nya.
Di sela kebiasaan menulis ia juga kadang-kadang nyambidagang kopi di kompleks Ruko Cempaka Mas dan salah satuOwner dari PT Eivel’s Xpres Tehnologi. Sebuah unit usaha yang bergerak di bidang kontraktor telekomunikasi.www.majalahmatahati.com adalah varian dari Majalah Matahati yang khusus dicetak dan terbit di Hong Kong. Keduanya adalah “anak ideologis” yang dirintis bersama Ustadz Nurjayadi dan Ustadz Hidayatullah yang diharap mampu menjadi sabahat bersama atau kawan seperjalan untuk saling mengingatkan dengan tersenyum, “BUka Mata Buka Hati”
 “Akhirnya mari berkarya! Sebab sejarah akan menyediakan ruang ingatan untukmu dan dunia akan menyekap namamu selama ribuan tahun!”