Hikmah

Kstaria Jin, Malaikat, dan Putri BMI

Penulis : Aa Jamaludin

Fortress Hill 17 Oktober 2014

Di sela acara pengajian akbar Gaperbumi dan launching www. Majalahmatahati.com ketika Ustadz Khoirul Yasa’ bertausiah, seorang “putri” BMI menjerit. Penulisan “tuan putri” ini bukan tutur mbelgedes, bujuk gombal atau rayuan playboy cap racun tikus. Saya memandang betapa tanggung jawab pekerjaan BMI setara dengan para tuan putri yang hidup penuh romantika di kastil atau puri-puri megah di abad pertengahan. Tatkala para tuan putri rela dikorbankan untuk para dewa demi kelangsungan kerajaan. Mereka lah pemilik jiwa yang memancarkan cahaya seperti sang surya. Manusia biasa dengan pengorbanan raksasa.

IMG_20141014_203945Semangat para tuan puteri ini lah yang saya tangkap dari para puteri BMI. Para tuan putri yang rela mengorbankan kebahagiaan pribadi demi kebahagiaan orang tua dan keluarga. para tuan putri yang rela terpisah dari pangerannya: anak serta suami. Lalu, dengan semangat ala tuan putri itu pula lah usai letih berkerja masih mensedekahkan waktu, materi dan tenaga di hari libur untuk mengaji, berdakwah berorganisasi, tumbuh, berkembang dan berpengetahuan.

Namun demikian, ada pula yang hasad dan mencoba dzolim. Saya merasakan langsung realiatas itu pada Minggu 25 Desember pukul 23.00 WIB. Ketika tengah fokus menulis, seorang putri BMI, bunda, demikian saya biasa menyebut, menelpon. Beliau menyatakan mengalami keluhan misterius di seputar tenggorokan. Dengan tiba-tiba ia tak bisa makan dan minum seperti ada kesakitan yang aneh. Bukan itu saja ulu hatinya juga merasa sakit tanpa sebab yang jelas.

Saya henti kan menulis meminta izin untuk berwudhu dan mengajaknya untuk sama-sama berdzikir dan berdoa. Beberapa menit di tengah zikir. Tanpa sebab yang jelas saya merasakan kesakitan misterius yang sama di daerah ulu hati. Nyeri yang Aneh! Mungkin ini guna-guna. Ternyata penyakit seperti ini bisa menular. Saya tak takut. Karena yakin Allah berpihak pada mereka yang di zalimi. Justru Saya bahagia sekali. Begitu pun ketika setiap terkena kedzaliman dalam berbagai bentuknya saya selalu berbahagia. Karena apa? Karena itu lah kesempatan terbaik untuk bedoa. Karena antara Allah dan doa-doa orang yang terdzalimi tak ada sekat, tak ada dinding pembatas. Lalu doa-doa kebaikan untuk seluruh muslim dan muslimat pun bertaburan

Usai dzikir rencananya mau lanjut menulis tapi ada kantuk yang aneh menyerang ganas. Berdoa, dan berusaha sudah. Kini saatnya tawakal. Saat untuk berserah. Berserah pada Allah adalah amal yang indah. Inilah Sebuah amal yang melampaui ikhtiar. Sebuah pekerjaan yang tak perlu berkerja. Karena ketika itu kesadaran kita sebagai hamba dan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Segala-Nya tumbuh dengan indah begitu sâja. Pada saat seperti itu ketika kita tergeletak di puncak kelemahan, betapa kita merasa sangat membutuhkan Allah. Betapa kita tak punya daya dan upaya dan tanpa Allah kita lumpuh tak berdaya.

Ajaibnya ketika di pucuk penyerahan diri total itu. Nyeri yang aneh yang seolah ingin meremukkan jantung itu lenyap. Seolah ada tangan gaib yang membetot paksa kesakitan itu untuk menguap. Alhamdulillah. Esoknya bunda menelpon bahwa sakit misteriusnya juga sembuh. Alhamdulillah, maka demi Allah tak ada alasan untuk tidak bersyukur.

Rasa syukur itu pula lah juga tampak ketika Putri, sebut saja begitu, yang tengah di ruqyah Ustadz Nurjayadi di fortress Hill itu menjerit, saya bersyukur karena ini semoga menjadi anak tangga kesembuhan baginya. Mungkin jin yang bersemayam di dalam tubuh Putri tersengat dan bacaan al-Qur’an yang diniatkan untuk meruqyah dirinya. Setelah proses yang melelahkan dan dialog panjang, dengan Ustdaz Nurjayadi jin itu keluar. Tidak lagi bersemayam dan bersedia ikut pulang ke tanah air.

Untuk sementara ia ikut ke Tinhau tempat kami menginap. Pada malam hening saya sendiri sering mendengar ia memainkan kran air di dapur dan di kamar mandi. Ah mungkin ia iseng atau mau menakut-nakuti. Tapi saya tidak takut. Yang saya takut kalau lagi jalan tiba-tiba celana melorot ke bawah. Sungguh itu sangat menakutan sekali!

Kejadian ini juga lantas menarik minat banyak BMI untuk silaturrahim dan mengetahui banyak tentang penyakit aneh, Jin, ruqyah, hiptonis, isim, wafaq, “pegangan”zikir-zikir yang justru membuat kita bersekutu dengan jin dan lain sebagainya. Ada lagi fakta menakjubkan, hampir selama 10 hari di Hong Kong dari sekian banyak sahabat yang silaturahim. Ustadz Nurjayadi mendeteksi bahwa semuanya terkena hipnotis tanpa mereka sadari bahwa mereka terkena itu. Tanpa di sadari mereka terpenjara.

Ada jenis banyak jenis penjara. Dan hipnotis adalah contoh yang bikin ngeri. Orang tidak terkurung di dalam penjara tapi ia terpenjara secara batin. Dan celakanya, banyak orang tak menyadari bahwa sebenarnya mereka terpenjara juga di dalam seluruh kebebasannya. Dalam konsep Inggris, penjara jenis ini disebut captive mind: jiwa yang terpenjara (sekalipun fisiknya bebas melayang ke mana saja). Ini mungkin lebih membahayakan dan lebih kejam dibanding terpenjara secara fisik. Ketika kita di kerangkeng dalam terali besi.

Lebih mengerikan lagi jika tanpa kita sadari tubuh kita bersemayam jin. Jin itu menghipnotis dalam bentuk captive mind di atas, kita menjadi begitu mudah sedih. Penuh emosi dan temperamental. Ringkih rapuh dan kadang tak mampu mengusai diri. Begitu mudah lupa, gampang terpengaruh dan kerap was-was untuk sesuatu yang tak jelas adalah contoh lain hipnotis yang di tiupkan “ksatria” jin.

Bagaimana seluruh BMI bisa terkena hipnotis tanpa mereka sadari? Seperti apa hipnotis? Apa saja gejala orangyang terkena hipnotis? Apakah hipnotis adalah pekerjaan jin? Apakah itu hanya di lakukan para jin atau “ksatria” jin yang berasal dari manusia? Lantas Seperti apa ciri dan cara kerja ksatria jin dari kalangan manusia itu? Bagaimana mendeteksi penyakit dalam tubuh. Apakah penyakit ini murni atau rekayasa jin? Bagaimana mendeteksi jin bersemayam dalam tubuh? Dan apakah hipnotis termasuk guna-guna? Seperti apa zikir dan amalan yang mengundang jin bersemayam? Seperti Apakah “pegangan” baik berupa isim, amalan, wafaq dan lain-lain yang tidak merusak tauhid? Pengetahuan seperti ini menjadi penting ketika ingin beriman dengan hanif (lurus), dan hidup menjadi berkah dan bermanfaat.

Untuk mengetahui lebih lanjut hadiri acara pengajian ”Kstaria Jin, Malaikat, dan Putri BMI” yang akan membahas tuntas tema tema di seputar ini. Insya Allah diadakan 24 Mei 2015 yang akan di Fortress Hill, Hong Kong

Narasumber: Ustadz Hidayatullah (Ki Keren Euy), Aa Djamaludin dan Ustadz NurJayadi: Dai di jalan tauhid, pakar pengobatan timur serta ahli Ruqyah yang telah banyak mengislamkan bangsa jin. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Selvy ±852 9846 4617, Wiwid ±852 5260 1826, Yeyen ±852 9719 1850, Afifah ±852 9580 2245, Isah ±852 5393 2224, Amor ±852 9759 1825

Postingan ini ditulis oleh :

Aa Djamaludin

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*